Jumat, 21 Maret 2014

˝BIOGRAFI PRESIDENT SOEHARTO˝

˝BIOGRAFI PRESIDENT SOEHARTO˝
Soeharto adalah presiden ke2 Rplubik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu Lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah. Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro.
Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani, Sampai akhirnya terpilih menjadi Prajurit teladan di Sekolah
Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.

Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.
Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu Usia Soeharto masih 26 tahun dan Hartinah 24 tahun dan Mereka juga dikaruniai 3 putra dan 3 putri :

- Siti Hardiyanti Hastuti
- Sigit Harjojudanto
- Bambang Trihatmodjo
- Siti Hediati Herijadi
- Hutomo Mandala Putra
- Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang didalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian Komandan PETA, komandan resimen dengan
pangkat Mayor dan Komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting saat Republik ini baru mulai berdiri
setelah lepas dari penjajahan belanda. Banyak versi seputar Serangan Umum 1 Maret tersebut.

Namun demikian, peran Letkol Soeharto tentu tidak bisa dipisahkan dalam perang Untuk merebut kembali Ibu Kota Republik Indonesia, Yogyakarta. Tujuan utama tentu untuk menaklukkan
pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan Untuk
mengadakan perlawanan. Alhasil Serangan Umum 1 Maret bisa menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI masih ada.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukanNya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (Pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih Pimpinan Angkatan Darat. Selain
dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh President Soekarno.

Pada Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari President Soekarno. TugasNya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30 S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai akhir‘Nya ia mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998.

Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatanNya. Salah satu kebijakan pertama yang dilakukanNya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi
anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia ˝Bermaksud Untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB˝ dan menjadi
anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya, Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas.

Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di Eropa Timur sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap Orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat ˝Dibuang˝ ke Pulau Buru.

Program pemerintahan Soeharto diarahkan pada Upaya penyelamatan ekonomi nasional, terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan Prasarana ekonomi.

Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungNya demokrasi ekonomi ke arah terwujudNya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Program stabilisasi ini dilakukan dengan cara membendung
laju inflasi. Dan pemerintah Orde Baru berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968, tetapi harga bahan kebutuhan Pokok naik melonjak. Sesudah
dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968, Pemerintah mengalihkan kebijakan ekonomiNya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususNya sandang, pangan, dan kurs valuta asing. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia, maka langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan
Nasional.

Pembangunan nasional yang diUpayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui Pembangunan
Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang.

Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Setiap Pelita memiliki misi Pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun.

Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi Seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara.
Pembangunan nasional dilaksanakan dalam Upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945.

Pada masa Orde baru, pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun, Dikarenakan pada masa itu pemerintah Sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadiNya Stabilitas ekonomi. Karena hal itulah maka
pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran Negara.

Pada masa pemerintahan Orde baru, kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut didukung dengan kestabilan Politik yang dijalankan Oleh pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam Jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan
ekonomi yang stabil dan pemerataan pembangunan.

Pada tahun 1998 merupakan masa kelam bagi President Soeharto dan masukNya masa reformasi bagi Indonesia, Dengan besarNya demonstrasi yang dilakukan Oleh
Mahasiswa serta rakyat yang tidak puas akan kepemimpinan Soeharto serta makin tidak terkendaliNya ekonomi serta stabilitas politik Indonesia maka pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.05 WIB Pak Harto membacakan Pidato :

˝Pernyataan berhenti menjabat sebagai president RI˝

Setelah runtuhNya dukungan Untuk dirinya, Soeharto telah menjadi
president Indonesia selama 32 tahun. Sebelum dia mundur, Indonesia mengalami krisis politik dan ekonomi dalam 6 sampai 12 bulan sebelumNya. BJ Habibie melanjutkan setidakNya setahun dari sisa masa kepresidenantNya
sebelum kemudian digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gusdur) pada tahun 1999, Lengser‘Nya Soeharto juga menandai akhir masa Orde Baru, suatu rezim yang berkuasa sejak tahun 1968.

President RI Kedua HM Soeharto ini Wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008.

0 comments:

Posting Komentar